Senin, 03 Agustus 2009

Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 20

Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 20

Oleh Herdi Pamungkas

”Masa andika tidak mendengar? Bukankah saya menyuruh andika dan kawan-kawan agar tunduk!?” Loro Gempol dengan sorot mata meremehkan.

“Tunduk? Jangan harap, keparat!” Joyo Dento mencabut keris dari sarungnya. “Memangnya andika seorang senapati? Enak saja.”

“Hahaha…ternyata andika punya keberanian Joyo Dento?” Loro Gempol tidak bergeming melihat ketajaman ujung keris yang terhunus. “Kawan-kawan, habisi dia!” perintah Joyo Dento pada temannya.

“Majulah kalian semua! Buktikan kehebatan kalian jika memang sanggup membunuhku…hahaha!” Loro Gempol tertawa renyah.

“Matilah andika keparat!” Joyo dento menyodokan keris ke arah uluhati. Diikuti empat orang temannya, menyodok perut, membabat leher, pugung, kepala, dan kaki.

“Hahahaha….hanya ini kemampuan kalian!” Loro Gempol menanatang. “Ayo teruskan…hahaha!” sedikit pun tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Membiarkan lawan melakukan serangan.

“Gila?” Joyo Dento menghentikan gerakan, tenaganya merasa terkuras. Begitu pula teman-temannya. “Ilmu apa yang dimiliki si Loro Gempol? Rampok kampungan ini mendadak punya kesaktian yang luar biasa. Seluruh senjata yang kita gunakan untuk mecabik-cabik tubuhnya, laksana menghantam angin?” mengerutkan keningnya.

“Percaya kalian sekarang dengan kesaktian saya?” Loro Gempol dengan tangan kiri berkacak pingging, tangan kanannya memutar kumis. “Darimana andika punya ilmu sihir?” tanya Joyo Dento.

Bersambung………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar